Hon Issatsu Chapter 8 – Petir Merah Penyelamat

Kelompok penyerang lain, membersihkan mayat-mayat hidup itu dengan senjata mereka.

Seperti yang diharapkan dari mereka yang mengajukan diri, masing-masing dari mereka cukup kuat. Aku tidak memiliki kepercayaan diri untuk menang melawan mereka dengan tangan kosong. Dan diantara mereka, Al-san lah yang paling kuat sejauh ini.

Aku tidak bisa melihat apapun dalam gerakannya. Lebih dari itu, ia secara akurat menyerang titik lemah musuh. Aku pikir Al-san juga curang. Maksudku, apa aku masih perlu ikut dalam pertempuran ini?

Dan ketika aku memikirkan itu, aku mendekati sebuah kerangka yang  tidak memiliki pertahanan. Toel berdiri dibelakangku.

“Oi, kau yang disana! Apa yang kau lakukan, kau akan terbunuh!“ . Sebuah peringatan yang dapat terdengar cukup jelas terdengar dari baris depan.

Aku mengabaikannya, dan mendekati kerangka itu lebih jauh lagi.

【Skill <Insight Eye> telah diaktifkan】

Aku mengaktifkan skill yang aku butuhkan untuk rencana kali ini. jika aku tidak memiliki skill ini, aku mungkin akan terluka. Dengan perlahan aku menepuk bahu kerangka itu dari belakang. * KonKon *, suara itu bergema, dan kerangka itu berbalik kepadaku. Dilihat dari dekat, kerangka itu terlihat sangat kuat.

Dan ketika aku memikirkan hal-hal yang tidak berguna itu, aku dengan sengaja menyerang pelan kerangka itu dengan pedang besi. Serangan lemahku ditangkis oleh pedang kerangka itu, dan menebas udara kosong. Aku benar-benar kehilangan keseimbanganku, dan kerangka itu menyerang melalui celah itu.

Dan saat itu, aku menatap mata pedang dengan mata yang terbuka lebar. Lambat, lambat, lambat. Aku bisa melihatnya seperti gerakan lambat.

Aku berakting seolah-olah aku berusaha menghindar saat kehilangan keseimbanganku, dan dengan sengaja aku membiarkannya menebas dadaku secara vertikal. Darah menyembur keluar, dan kerangka dihadapanku terkena darahku. Apakah ada racun di pedang itu?

【Skill <Defenseless> didapatkan】

Dengan ringan aku menyentuh luka dimana busa gatal aneh keluar.

“Misasagi-san!!”

Toel segera berlari ke arahku dan membawaku ke belakang dengan kecepatan penuh. Un, ia adalah seorang aktris yang hebat. Apakah hal ini adalah sesuatu yang ia dapat dari jobnya, meskipun ia membawaku dengan berlari, ia tidak merasa seperti aku berat. Tapi, agak memalukan juga dibawa oleh seorang perempuan.

【Gelar <Coward> telah didapatkan】

Aku bukan pengecut. Ini adalah stategi mundur yang sah dalam pertempuran.

“Aku minta maaf! Misasagi-san terluka dan aku akan berada didekatnya untuk menyembuhkannya!!”

“Ou, aku mengerti! Jangan biarkan ia mati!”

Seseorang menjawab panggilan Toel. Mungkin itu adalah orang yang memperingatkan ku sebelumnya, aku jadi merasa tidak enak padanya.

Dan setelah itu Toel membawaku ke sebuah gua terdekat. Tempat ini tidak bisa diliat dari medan pertempuran tempat kami berada sebelumnya. Tidak ada kekhawatiran orang lain akan melihat. Aku berdiri seakan tidak ada yang terjadi.

Luka yang ditimbulkan kerangka itu sudah hilang.

Seperti yang diharapkan dari skill <Regeneraton>, skill itu bekerja dengan cepat.

【Skill <Poison Resistance> telah didapatkan】

“Terima kasih, Toel. Telah membawaku kemari.”

“Tidak, aku tidak apa-apa. Tapi, apa kau benar-benar baik-baik saja?”

Itu adalah pertanyaan yang wajar.

Aku hanya memberi tahu toel mengenai rencanaku. Yah, tidak ada gunanya juga menjadi besar kepala, jadi aku langsung melakukannya di depan Toel.

【Skill <Electrical Discharge> telah diaktifkan】

Seluruh tubuhku ditutupi oleh listrik. Bagian gelap gua menyala kecil. Ini masih tahap pertama.

【Skill <Ignition> telah diaktifkan】

Skill <Ignition> adalah versi api dari skill <Electrical Discharge>. Jika pengeluarannya diubah menjadi maksimal, maka penampilanku akan berubah menjadi monster api.

Sebenarnya, aku meragukan itu saat berjaga.

Memikirkan, apa yang akan terjadi jika dua skill ini digunakan pada saat yang bersamaan.

Tidak ada waktu menggunakannya sampai sekarang jadi ini adalah pertama kali. Tapi efeknya benar-benar luar biasa.

Tidak ada perbedaan pada bentuk manusiaku. Namun, sesuatu yang menyelimuti tubuhku berbeda. Ini bukan api merah, ataupun listrik biru murni. Ini benar-benar mengejutkan, ini adalah kilat merah.

Singkatnya, aku melakukan dua kombinasi. Toel yang berada di dekatku juga terkejut.

【Gelar  <Scarlet Lightning Demon> telah didapatkan】

Ohh, aku mendapat gelar baru. Melihat efek dari gelar itu, sepertinya gelar ini lebih kuat dari pada menggunakan dua skill pada saat bersamaan jadi aku mematikan skill itu, dan mengaktifkan gelar ini.

Warna petir berubah menjadi padat dari sebelumnya, dan memang benar aku merasa kemampuanku menjadi sangat kuat.

Dalam keadaan ini, tidak akan ada yang bisa melihat wajahku. Jadi aku bisa leluasa mengamuk. Ini adalah rencana yang bagus dan efisien. Untuk memastikan, aku memberi Toel jubah hitam yang memiliki tudung dengan mengutip. Lagi pula, tidak ada artinya jika hanya aku yang menyembunyikan wajahku. Aku mematikan gelar sekali lagi, dan berbicara dengan Toel.

“Baiklah, ayo kita pergi.”

“Ya.”

Toel yang memakai tudungnya menjawab. Kalau begitu, aku harus mengumpulkan bendera pembantaian.

Aku kembali ke jalur yang kami lewati, dan kembali ke medan perang.

Melihat sekeliling, tanah yang berwarna hijau terang sebelumnya kini berubah  menjadi warna merah dari mayat hidup yang kalah. Ada pecahan tulang dan daging busuk yang tersebar diimana-mana. Seperti yang aku duga, rekan-rekan kelompokku cukup kuat untuk melawan mereka.

Tapi, bagaimanapun juga, melihat ke arah kota Geena, masih terdapat banyak mayat hidup disana. Seperti yang aku pikirkan, perbedaan jumlah terlihat jelas, dan mereka membiarkan tentara mayat hidup dan hantu bertarung disana. Meski begitu, jumlah musuh turun sampai lima puluh persen hanya dalam sepuluh menit. Toel dan aku juga ikut membantu mereka.

【Skill <Covert Action> telah diaktifkan】

Mendekati kota Geena, pemandangan yang aku lihat menjadi lebih buruk dari pada yang kulihat sebelumnya. Sepertinya para petualang sedang terpojok dengan kota Geena berada dibelakang mereka. Bahkan jika kemanduan individu mereka tinggi, hal itu akan teratasi dengan kekuatan jumlah. Mereka berangsur-angsur terpojok. Masih ada satu kilometer dari kota, tapi hanya sampai masalah waktu sampai ada mayat hidup yang melewati mereka dan menuju ke kota Geena.

Melihat dari dekat, jumlah petualang mengalami penurunan. Sepertinya tiga dari mereka tewas dalam pertempuran. Yah, tiga orang yang mati itu adalah orang yang membuatku berjaga pada malam itu. Yang tersisa adalah, Natalie yang merupakan perempuan Fighter, pengguna Kapak Ossan bernama Gadomas yang memperingatkanku sebelumnya, dan Al-san yang sangat kuat. Tidak ada satupun dari mereka yang menderita luka berat, namun ketiganya mempunyai luka kecil ditubuh mereka.

Aku mengkonfirmasi itu menggunakan teropong saat berlari, menekuk kakiku saat berjarak 50 meter dari pasukan mayat hidup, dan menambahkan kekuatan pada kakiku. Setelah itu dengan kuat aku menendang tanah.

【Skill <Leap> telah didapatkan】

Toel, ia bisa menggunakan kekuatan roh (精 霊) karena itu adalah karakteristik dari Elf. Kekuatan roh juga bisa disebut dengan sihir, tapi perbedaannya dengan sihir biasa adalah, kekuatan roh tidak membutuhkan kekuatan sihir. Meskipun begitu, hanya beberapa ras dan Job saja yang bisa menggunakannya.

Aku meminta Toel untuk membacakan mantra kekuatan roh angin yang membuat seseorang menjadi ringan. Dengan sihir ini, untuk sementara waktu, tubuhku akan terasa ringan seperti bulu. Dan lompatan tinggi ini tercapai karena bantuan sihir ini.

Tidak ada yang menyadari aku di udara. Sepertinya skill <Covert Action> bekerja dengan baik. Ketika aku berada tepat diatas pasukan mayat hidup, aku mengaktifkan efek cincin yang berada pada jariku. Itu adalah Cincin <Armlet: Gravity Conrol> yang aku buat dengan kemampuanku. Cincin ini bisa mengubah gravitasi penggunanya.

Sebenarnya ada kemampuan “Controling Gravity” yang ingin aku gunakan cukup lama sebelumnya. Aku mengaguminya setiap kali membaca literatur yang berhubungan dengan ini. Dan alasan aku bisa membuat Armlet itu, sebenarnya karena buku fisika. Kau tidak akan tau kapan belajar akan berguna setelah kejadian itu.

Aku berterimakasih kepada leluhur yang agung didunia tempat tinggalku sana, aku merubah gaya gravitasi yang mempengaruhiku sampai seratus kali.

【Gelar <Matchless Warrior> <Genocider> telah diaktifkan】

【Skill <Smash> <Monstrous Strength> <Full Swing> telah diaktifkan】

Ah, aku terbawa suasana. Rasa stress yang luar biasa, masuk ke dalam tubuhku, dan ada suara tulang-tulang yang patah di sekujur tubuhku. Aku hampir kehilangan kesadaran, tapi aku menguatkan diri, dan turun sambil menggunakan penyembuhan <Regeneration>.

Ada cukup banyak mayat hidup di tempat pendaratanku. Namun, sepertinya musuh yang tidak memiliki tubuh fisik seperti hantu sudah dikalahkan semua. Ini bagus. Aku mengatur timing yang tepat dan mengangkat tangan kiriku. Aku mengumpulkan seluruh kekuatan di kepalan tangan… … sekarang!!

Aku mengayunkan tangan kiriku menggunakan kekuatan penuh, dan menyentuh tanah. Pada saat itu, suara keras seolah tanah meledak bergema, dan mengangkat awan debu.

Mayat hidup yang berada disekitarku hancur hanya dengan gelombang kejut.

Orang-orang yang berada dikejauhan melarikan diri tanpa ada perlawanan. Tiga petualang yang berada sangat jauh terlihat saling membantu agar tubuh mereka tidak jatuh.

【Gelar <Scarlet Lightning Demon> Telah didapatkan】

【Skill <Surprise Attack> <Gravitation> Telah didapatkan】

Ketika awan debu telah menghilang, aku menggunakan <Scarlet Lightning Demon>, seluruh tubuhku langsung diselimuti petir merah. Awan itu menghilang, dan aku memastikan sekelilingku. Sepertinya itu adalah kematian yang mudah bagi puluhan mayat hidup yang berada dititik pendaratanku, dan mereka hancur sedemikian rupa hingga bentuknya tidak jelas.

Sisa-sisa pasukan mayat hidup, mereka dengan penuh gejolak mendekatiku. Para petualang menatapku dengan terkejut. A-re! Aku merasa Al-san sedikit tersenyum , apa itu hanya imajinasiku.

Kerangka yang menyerang sekitar 20. Masing-masing dari mereka memiliki berbagai jenis senjata.

【Skill <Gravitation> telah diaktifkan】

Aku mengulurkan tanganku ke arah pasukan kerangka. Pada saat itu, pergerakan mereka menjadi buruk; mereka berusaha mati-matian menyerangku dengan posisi merendah. Setelah beberapa detik, salah satu kerangka yang memiliki tengkorak terbelah, dan roboh disana dalam reaksi berantai.

Skill <Gravitation> mirip dengan kemampuan Armlet tadi. Bedanya skil ini tidak bisa menyesuaikan pengaturan gravitasi ke angka yang tepat, dan bisa juga ditargetkan selain pengguna. Artinya, aku harus membiasakan diri memakai perasaanku untuk mengatur penggunaannya.

Ketika aku bergerak maju sambil menginjak tulang yang hancur karena tekanan besar, kali ini, zombie muncul. Aku meraih kepala zombie-zombie yang mencoba menangkapku, dan mengangkatnya <Scarlet Lightning Demon> diaktifkan, jadi kepala zombie terbakar saat kilat tersentuh. Ini menjijikkan jadi aku benar-benar membakar mereka. Hanya bubuk abu yang tersisa.

Ah! Ketika aku membiarkan penjagaanku menurun, salah satu zombie menggigitku. Yah, nasib zombie yang menggigit tubuhku terbakar dengan listrik, itu tidak perlu dikatakan lagi.

Omong-omong, setelah aku menyerang dari udara, Toel berurusan dengan musuh-musuh yang berada dibelakangku. Yah, meski aku mengatakan itu, aku membunuh sebagian besar mereka.

Sebuah kerangka raksasa yang memegang pedang besar yang biasa disebut saber berlari ke arahku. Namun, aku berdiri seperti tiang yang mengawasi kerangka itu. Ketika Toel yang berada dibelakangku mengayunkan sesuatu, pedang kerangka itu tergelincir sebelum mengenaiku, dan menusuk tanah.

【Skill <Wind Shroud> telah didapatkan】

Di dalam tas sihir yang kuberikan kepada Toel, ada beberapa senjataku. Dan di dalamnya, yang dipilih Toel adalah “Wind Fan”. Kipas ini adalah kipas yang berguna saat pertempuran di benteng, Toel menggunakannya untuk mengaplikasikan sihir. Angin yang ditembak Toel sedikit menutup tubuhku, dan menangkis tebasan kerangka raksasa itu.

Ketika aku memukul kerangka raksasa yang dengan putus asanya sedang menarik pedangnya ditanah dengan kepalan tanganku, tulang-tulangnya berserakan dan mencair. Aku membiarkan Toel mengambil pedang besar itu untuk dimasa depan.

Bau busuk disini sangat buruk. Itu sebabnya aku ingin membasuh tubuhku dengan cepat. Dan untuk itu, aku memusnahkan pasukan mayat hidup itu sesegera mungkin.


6 respons untuk ‘Hon Issatsu Chapter 8 – Petir Merah Penyelamat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s